Sabtu, 13 Oktober 2018

Hidup Sebuah Perjalan

Hidup adalah sebuah perjalanan. Demikian salah seorang guru kehidupan pernah berkata. Dan karena hidup adalah sebuah perjalanan, maka tugas kita hanya berjalan dan terus berjalan, hingga kita sampai di tempat tujuan.
Perjalanan macam apakah kehidupan? Berjalan kemanakah kehidupan kita? Bagaimanakah kita menjalani kehidupan kita?
Pertanyaan seperti itulah yang akan muncul jika kita menganalogikan kehidupan seperti sebuah perjalanan.

Perjalanan kehidupan kita dimulai dari awal kedatangan kita di dunia ini, keluar dari rahim seorang ibu, dan mulai mendapatkan kasih saying serta bermacam-macam berkah. Kemudian kita sedikit demi sedikit bertumbuh menjadi seorang manusia yang memiliki kepribadiannya sendiri. Kita mulai menentukan pilihan kita, mulai berputar dalam perilaku baik buruk, mulai terbingungkan oleh realita dan idealism, mulai tidak mengerti, mulai menyerah, lalu mulai tercerahkan lagi.
Banyak hal yang kita alami dalam kehidupan. Sangat banyak. Apa pun yang kita alami, bagaimana pun kehidupan kita, yang harus kita lakukan adalah tetap berjalan, terus berjalan melangkah dalam kehidupan kita.

Coba kita renungkan video ini :


  Alasan Mengapa Seorang Ibu Bisa      Menjadi Sosok Wanita yang Kuat



Menjadi seorang ibu adalah “pekerjaan” yang menakjubkan. Memang sulit untuk mengetahui apa yang membuat seorang ibu menjadi kuat. Mungkin hal itu ada di dalam dirinya karena sifat bawaannya, caranya dulu dibesarkan, atau fakta bahwa dia harus mengatasi hambatan tertentu dalam hidupnya. Apapun penyebabnya, seorang ibu yang kuat harus kita sayang, kita jaga, dan jangan sekalipun kamu menyakit dia.
      
               https://youtu.be/OdbFlOfJZrM

1. Mungkin begini persepsi seorang ibu yang kuat.


Mungkin begini persepsi seorang ibu yang kuat. viaSeorang ibu yang kuat tak mudah “roboh” dengan cobaan dihadapinya. Meski anak-anak dan suaminya tak ada di sampingnya ketika itu, ia tetap mampu berdiri sendiri untuk memastikan semua baik-baik saja. Namun walaupun anak dan suaminya tak ada, jangan disalah artikan sebagai bentuk kurangnya rasa empati.
Terkadang, karena diasumsikan seorang ibu menjadi sosok yang kuat, dia sering dianggap tak memiliki kemampuan dengan penuh kasih untuk memahami anak-anak atau suaminya. Kekuatan seorang ibu dapat berasal dari kemampuannya untuk merasa intens terhadap anak-anaknya.
Ibu seperti memiliki bakat untuk selaras dengan ketakutan, duka, kesedihan, dan hal buruk yang menimpa anak-anaknya. Itu semua bisa memberikan seorang ibu layaknya “bahan bakar” untuk tetap berada di samping mereka dan memastikan semuanya baik-baik saja. Inilah pula yang mengajarkan anak-anaknya untuk mulai belajar menghadapi situasi sulit dalam hidupnya nanti.

2. Ibu yang kuat sering diasumsikan dengan hubungan dirinya kepada anak perempuannya.


Banyak yang mengasumsikan bahwa ibu yang kuat akan “berbenturan” dengan anak perempuannya. Hal ini sebenarnya belum tentu demikian. Seorang ibu dengan kekuatannya tahu bagaimana untuk membimbing dan mengarahkan putrinya ke arah yang positif, tanpa ada konfrontasi maupun paksaan.
Seorang ibu dengan kekuatan batin mampu menghormati batas-batas antara dirinya dengan putrinya. Dia juga tahu bagaimana cara memberikan putrinya “ruang” yang dia butuhkan untuk tumbuh menjadi mandiri dan independen.

3. Seorang ibu yang kuat memiliki pengaruh besar dalam pola berpikir, keyakinan, dan karakter batin putrinya.

 Anak perempuan sering meniru perilaku ibunya. Ini mungkin disebabkan karena dia ingin menyenangkan hati ibunya. Ini berarti, bahwa di mana posisi seorang ibu saat melakukan dan mengatakan  sesuatu, bisa memiliki efek langsung terhadap perilaku putrinya.
Sehingga ketika seorang ibu meyakini nilai-nilai tertentu seperti kejujuran, kepercayaan, dan rasa hormat, maka kemungkinan besar putrinya akan menginternalisasikan nilai-nilai itu dan mereka akan menjadi bagian dari siapa dirinya.
Ketika ibu percaya pada sebuah prinsip misalnya, “Perlakukan orang lain, seperti kamu ingin mereka memperlakukanmu.” Kemudian ibu akan memproyeksikan prinsip ini kepada putrinya dengan kekuatan dan keyakinannya.

4. Bagaimana cinta yang kuat dari seorang ibu kepada anak-anaknya.

Ketika ibu bisa menjadi sosok yang kuat, biasanya dia didorong oleh rasa cinta yang mendalam kepada anak-anaknya. Dia sangat kuat karena dia tahu bahwa anak-anaknya membutuhkan dia untuk menjadi “batuan padat” yang bisa diandalkan hari demi hari. Namun, ketika seorang ibu merasa bahwa putrinya salah memahami niat baiknya, dia bisa saja menjadi rapuh dan kecewa terhadap dirinya sendiri.

5. Bagaimana cara seorang ibu berhubungan dengan perjuangan anaknya sehari-hari.

Seringkali anak perempuan memiliki masalah, misalnya ketika dengan pacarnya. Dalam keadaan seperti ini, seorang ibu bisa bertindak dengan cepat dan efektif. Dia tahu apa yang salah dengan anaknya, meski anaknya tak mengatakan kepadanya.
Dia akan duduk dan memberikan semua yang dibutuhkan putrinya. Dia bisa membantu putrinya untuk menjadi kuat seperti dia, dan berdiri untuk dirinya sendiri. Seorang ibu yang kuat akan mengajarkan putrinya bagaimana membangun kekuatan untuk diri sendiri.

6. Ibu yang kuat adalah sesuatu yang memiliki “nilai” untuk kita hargai.

Ini adalah sebuah kehormatan bagi seorang anak ketika tumbuh di sebuah rumah bersama sosok wanita tangguh. Jadi, selalu berikan yang terbaik bagi ibumu dan jangan pernah sekalipun menyakiti serta membuatnya kecewa.lebih baik di buat menangis 1 kali olehnya daripada membuatnya menagis seumur hidupnyaa .